Ungkap kasus Pembunuhan di Ladang Singkong

 

MALANG WWW.LBILENBARI.COM- Pembunuhan anak di Ladang Singkong Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.
Pelaku mencekik korban dengan menggunakan tangan kosong sehingga korban kehabisan nafas, kemudian pelaku mengambil barang milik korban.

Tersangka dengan inisial RDS Laki-laki, 20 th, Warga Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Menurut Kasubbag Humas Polres Malang,Pada Jumat, (27/11) , sekira pukul 03.00 WIB di kebun singkong yang terletak diarea hutan sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Sementara dengan barang bukti ,1 (satu) ikat pinggang warna hitam.1 (satu) buah korek api.1 (satu) pasang sandal milik korban.1 (satu) buah handphone realme warna hijau milik korban,”tandas Kasubbag Humas Polres Malang pada (1/12).

Pasal yang dipersangkakan,Pasal 80 ayat 3 jo 76 C UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak .Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. ancaman : 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak
200.000.000,- atau Pasal 340 KUHP
Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih
dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena
pembunuhan dengan rencana, dengan pidana rnati atau
pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu,
paling lama dua puluh tahun.

BACA JUGA:https://www.lbilenbari.com/2020/11/19/air-laut-pantai-balekambang-dan-ngliyep-bisa-sembuhkan-macam-penyakit/

 

Pasal 338 KUHP
“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain,
diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling
lama lima belas tahun.”
dan atau Pasal 365 ayat 3 KUHP
Pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan
kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan
maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah
pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk
memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya,
atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri. Apabila
menyebabkan kematian maka diancam pidana 15 tahun
penjara,”ungkapnya (Dav)